Apakah Sudah Waktunya untuk Menerapkan Strategy Pemasaran Online?

TelevisionJudul diatas sering ditanyakan pada saya dalam berbagai meeting dan session konsultasi dengan klien. Bagi sebagian orang, internet masih merupakan hal yang baru sehingga menimbulkan keraguan dalam menerapkan pemasaran dan strategi online.

Television still the way to reach mass market, but new media fast-rising, say marketing execs merupakan judul  Interview ABS-CBN News dengan Hermawan Kertajaya (President of The World Marketing Association). Isi interview ini menarik untuk dibaca sebagai perbandingan dalam memasuki dunia marketing online.

Televisi dan berbagai media konvensional memang masih merupakan lahan yang subur untuk membangun image, memasarkan produk dan sarana promosi. Sampai sekarang, televisi sendiri masih memiliki penetrasi 90% untuk pasar Asia. Media online hanya mampu mendapatkan 10% dari volume pasar yang ada. Tapi dengan data diatas, saya tetap yakin untuk mengatakan bahwa sudah saatnya bagi perusahaan untuk mulai menyisihkan sebagian budget belanja marketing dan promosi untuk memasuki media online. Berbagai alasan yang membuat saya berpendapat seperti itu adalah:

  • Persentase pertumbuhan pemakai internet sebesar 1.150% (tahun 2000-2009) atau rata-rata sekitar 128% pertahun. Persentase ini meningkat setiap tahun seiring dengan makin tingginya kualitas dan terjangkaunya prasarana dan sarana untuk online serta makin meleknya rakyat akan internet.
  • Jumlah pemakai internet di Indonesia sampai saat ini adalah 30 juta orang atau sekitar 12,5% dari total populasi.
  • Pertumbuhan pengguna mobile yang semakin pesat.
  • Setiap pemakai internet rata-rata menghabiskan waktu 2 jam dalam sehari untuk online.
  • Perkembangan pengguna social media yang sangat pesat.
  • Interaksi dan komunikasi multi-arah yang merupakan amunisi utama Web 2.0
  • Pengukuran dan evaluasi efektifitas pasar yang lebih akurat.

Dalam interview tersebut, Hermawan Kertajaya mengatakan

“TV is now 90%. But by 2020, only 12 years from now, TV will be only maybe 10%.”

12 tahun merupakan waktu yang singkat, tetapi seharusnya lebih cepat dari itu, mungkin sekitar 5-7 tahun lagi, internet akan menjadi sarana utama dalam marketing. Hal ini bisa diprediksi dengan menghitung berdasarkan data persentase pertumbuhan diatas. Atau apabila malas menghitung, bandingkan saja bagaimana perbedaan dan kondisi internet pada tahun 2000 dengan tahun 2009.

Apakah sudah waktunya untuk menerapkan strategy online?

Bila jawabannya adalah “tidak”, untuk saat ini masih tidak akan banyak berpengaruh, pemasaran tetap akan berjalan dengan baik. Toh, dari total penetrasi pasar untuk media televisi saja masih 90%. Angka yang masih sangat besar untuk mendapatkan perhatian dari konsumen. So, untuk saat ini, anda masih aman dan perusahaan masih akan terus berkembang tanpa strategi online. Bahkan masih banyak yang tidak merasa memerlukan website.

Online MediaNamun, apabila perusahaan anda ingin bergerak jauh kedepan dan berani untuk menghadapi perubahan, maka jawabannya adalah “Iya, memang sudah saatnya”. Coba pikirkan, ketika kompetitor anda sudah mulai mempersiapkan amunisi untuk menghajar tantangan 5 tahun mendatang, sedangkan anda masih tenang-tenang saja, kira-kira siapa yang akan menang? Jangan pernah mengatakan bahwa kalah dan menang adalah hal yang lumrah dan bisa diterima dalam bisnis, karena kita sedang berada di arena pertempuran yang kejam, yang tidak mengenal rasa belas kasihan dan akan menggilas siapa saja yang lemah. Yang berlaku disini adalah hukum rimba. :)

Bagaimanapun 30 juta pemakai internet adalah angka yang menggiurkan. Sebagian dari jumlah ini merupakan penganut “if I’m not online, I don’t have a life”, yang sebagian besarnya juga merupakan mobile users.

Stephen Yap, direktur dari perusahaan pemasaran, Client Services and Insight, mengatakan

“You still cannot beat television if you need to reach a wide audience at the same time. TV will still give you more reach than any other media. However, the influence of new media, especially mobile phones, is rising fast. The vast majority of people in the world don’t use PCs. However, increasingly, a vast majority of people in the world use mobile phones, more people use mobile phones than watch TV.”

Mobile PhoneBagi pegawai kantoran yang sebagian besar waktunya dihabiskan di luar rumah, hanya memiliki waktu sedikit atau tidak sama sekali untuk menonton televisi. Untuk mendapatkan informasi terkini adalah dengan akses ke berbagai website dengan menggunakan komputer kantor yang terhubung ke internet atau dengan mobile broadband di handphone.

Persentase pemakaian media konvensional akan mengalami penurunan yang drastis dalam beberapa tahun mendatang, seiring dengan makin terjangkaunya sarana dan makin berkembangnya knowledge dalam media online. Saat ini merupakan era transisi, era pergerakan pemasaran ke online. Optimisme tanpa dibarengi dengan analisa tentu saja merupakan suatu kebodohan. Analisa mendalam sangat diperlukan dalam era transisi ini. hanya dengan memiliki website saja sudah tidak cukup. Berbagai taktik dan strategi sudah harus diterapkan supaya dapat bersaing dengan jutaan perusahaan yang telah online.

Apakah sudah waktunya untuk menerapkan online strategy? Keputusan hanya ada di tangan anda.

5 comments on “Apakah Sudah Waktunya untuk Menerapkan Strategy Pemasaran Online?

  1. gopal@sumudra.co.uk December 15, 2009 4:17 pm

    Nice that you came up with this cool stuff, this was something I am going to use it for my reference purpose. You have really shared a good deal of information, thank a lot.

  2. Wahidin Wong December 15, 2009 6:14 pm

    Hi Gopal, thanks for your comment. Glad you can have this as a reference.

  3. yadisetia February 21, 2010 10:20 am

    wah,,, wah,,, wah,,,

    ada yang baru nih bang,,,

    menurut saya :

    ledakan smartphone murah dan tarif internet yang makin miring, membuat orang akan makin beralih ke dunia maya,,

    habit konsumen akan berubah. beberapa tahun kedepan mereka akan cenderung lebih mobile.

    konsumen Indonesia terkenal dengan sok tahu dan gengsinya. soal internet, mereka akan tersentuh egonya bila bisa online lewat ponsel.

    tak heran jika dalam kurun lima tahun website baru akan bermunculan.

    media besar akan merubah strategi untuk meraih potensi pasar.

    kejenuhan terjadi di media cetak, seiring gencarnya kampanye global warming. namun media konvensional itu akan tetap ada tapi ceruk pasarnya menyempit.

    perusahaan akan lebih gencar melakukan aktivitas kehumasan di dunia maya. formatnya akan beragam.

    di Indonesia kita akan melihan booming internet.

    kira2 itu ,,, sebentar lagi. tunggu saja..

  4. Wahidin Wong February 21, 2010 3:10 pm

    Benar Bung Yadi, mari kita sama-sama tunggu perkembangannya. Akan ada perubahan yang signifikan sekali dalam pemasaran dan promosi. Penetrasi di dunia maya akan berkembang dengan pesat. Media konvensional tetap akan exist, walaupun pasarnya menyempit.

Leave a Reply

Your email address will not be published.

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>